setiap air mata yang terjatuh selalu mempunyai makna, ia ada sebagai hasil ungkapan akan harapan dan kesedihan, ia juga ada sebagai hasil ketidakberdayaan menahan rasa. tapi ia ada sebagai penjernih hati, setiap tetesannya dapat menguatkan jiwa.
setiap tangisan akan meredakan setiap kesedihan, ia membuatnya mengerti akan ketidakberdayaan dan mencoba mengerti semuanya. tangisan itu akan memunculkan harapan baru yang lebih indah untuk diwujudkan. ia membuatku mengikhlaskan semuanya karena aku telah merasa hidup dan lebih kuat.. dan aku beruntung bisa merasakan semuanya.. bersyukurlah untuk bisa menangis karena tangisan adalah suatu yang pertama kali dapat dilakukan seorang manusia tatkala ia lahir di dunia.
cry if u have to cry, but try to be stronger.. coz teardrops can help u to feel better.. till it's end.
It's my blogs
it's not a rocket science
Nov 28, 2008
Nov 26, 2008
keseleo lidah ..uppsss.... it could be a mistake! (from Psikologi Kesalahan)
Pernah dengar orang salah ucap? Ternyata orang keseleo lidah aja bisa mengartikan banyak hal..
Here I tell you… dibalik ketidaksengajaan salah ucap mengandung banyak makna karena itu merupakan suatu tindakan dari proses mental yang bertubrukan, sehingga menjadi tindakan yang mendapat gangguan. Keseleo lidah atau salah ucap bisa terjadi karena banyak hal yang mempengaruhinya, bisa karena sesuatu masalah yang sedang dihadapinya, kesalahan dan pengalaman di masa lalu yang masih mengganggunya, keinginan untuk mengungkapkan suatu yang sangat tidak ingin atau bahkan sangat ingin diungkapkannya, seperti ungkapan yang seharusnya ia nyatakan dengan kenyataan sebenarnya yang dialami, yang tentu saja didalamnya terkandung suatu emosi yang kuat hingga tercetus menjadi tindakan walaupun tidak disengaja.. tapi bisa saja seseorang dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mengintervensi seperti kelelahan, kondisi tubuh yang kurang baik, dan gangguan fisik lainnya yang tidak bisa dijadikan manifestasi dari makna salah ucap tersebut.
However, kesalahan merupakan fenomena mental yang diakui mempunyai makna dan tujuan, tidak hanya mengetahui bahwa kesalahan muncul dari dua fokus perhatian berbeda yang saling mempengaruhi, tapi juga bahwa salah satu dari fokus perhatian itu sendiri pernah dihalangi prosesnya.
So.. better watchout your tounge…
nanti kita bahas lagi tentang kesalahan ucapnya ya.. ada juga tentang makna salah2 yang lainnya yang berhubungan dengan “ada apa dengan orang yang salah itu?”.. tapi kapan2 aja ya… hehehe…
Here I tell you… dibalik ketidaksengajaan salah ucap mengandung banyak makna karena itu merupakan suatu tindakan dari proses mental yang bertubrukan, sehingga menjadi tindakan yang mendapat gangguan. Keseleo lidah atau salah ucap bisa terjadi karena banyak hal yang mempengaruhinya, bisa karena sesuatu masalah yang sedang dihadapinya, kesalahan dan pengalaman di masa lalu yang masih mengganggunya, keinginan untuk mengungkapkan suatu yang sangat tidak ingin atau bahkan sangat ingin diungkapkannya, seperti ungkapan yang seharusnya ia nyatakan dengan kenyataan sebenarnya yang dialami, yang tentu saja didalamnya terkandung suatu emosi yang kuat hingga tercetus menjadi tindakan walaupun tidak disengaja.. tapi bisa saja seseorang dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mengintervensi seperti kelelahan, kondisi tubuh yang kurang baik, dan gangguan fisik lainnya yang tidak bisa dijadikan manifestasi dari makna salah ucap tersebut.
However, kesalahan merupakan fenomena mental yang diakui mempunyai makna dan tujuan, tidak hanya mengetahui bahwa kesalahan muncul dari dua fokus perhatian berbeda yang saling mempengaruhi, tapi juga bahwa salah satu dari fokus perhatian itu sendiri pernah dihalangi prosesnya.
So.. better watchout your tounge…
nanti kita bahas lagi tentang kesalahan ucapnya ya.. ada juga tentang makna salah2 yang lainnya yang berhubungan dengan “ada apa dengan orang yang salah itu?”.. tapi kapan2 aja ya… hehehe…
Nov 14, 2008
get the Music on your mind
Pada umumnya setiap orang senang mendengarkan musik. Seringkali musik dijadikan media untuk mengekspresikan dirinya, contohnya, saat jatuh cinta kita lebih senang mendengar lagu jatuh cinta, rasanya pengalaman saat jatuh cinta itu lebih terasa indahnya seolah-olah si pencipta lagu benar-benar mengerti apa yang kita rasakan. Begitu pula sebaliknya ketika kita merasa sedih karena patah hati, akan terasa lebih tertumpahkan saat kita mendengar lagu yang bertema patah hati juga. Kita juga seringkali mencari insprirasi dari sebuah lagu, seakan-akan musik bisa membuat kita bergairah dan semangat menjalani hari-hari kita. Ada apa sih di balik irama musik tersebut sehingga mempengaruhi perasaan dan pikiran kita..? Irama ritmis yang ada dalam sebuah lagu ternyata ada hubungannya dengan keadaan psikologis seseorang, dimana hentakan dan frekuensi dalam sebuah lagu tertangkap oleh kemampuan sensoris seseorang yang berhubungan langsung dengan otaknya. frekuensi dalam suatu lagu berhubungan dengan jaringan neurotransmiter dalam otak sehingga dapat menstimulasi sistem kerja dalam otak.
musik juga dapat menstimulasi kepekaan seseorang, Irama yang dihasilkan dari suatu lagu dapat mempertajam tingkat sensitivitas seseorang terhadap perasaannya. Ternyata juga, musik dapat menselaraskan kemampuan otak, karena musik memberikan suatu stimulasi emosional (yang menstimulasi otak kanan), dan kemampuan memahami kejadian atau perasaan seseorang (yang menstimulasi otak kiri).. sehingga anda disarankan untuk banyak-banyak mendengarkan musik.. (seperti saya ini.. ) hehehehe..
musik juga dapat menstimulasi kepekaan seseorang, Irama yang dihasilkan dari suatu lagu dapat mempertajam tingkat sensitivitas seseorang terhadap perasaannya. Ternyata juga, musik dapat menselaraskan kemampuan otak, karena musik memberikan suatu stimulasi emosional (yang menstimulasi otak kanan), dan kemampuan memahami kejadian atau perasaan seseorang (yang menstimulasi otak kiri).. sehingga anda disarankan untuk banyak-banyak mendengarkan musik.. (seperti saya ini.. ) hehehehe..
Nov 8, 2008
KEMATIAN BAGI MANUSIA
lKematian adalah bagian dari hidup manusia, setiap manusia pada umumnya selalu menghindari dirinya dari hal-hal yang berhubungan dengan kematian yang tiada lain adalah kehancuran dirinya, yang dikenalnya dengan suatu akhir dari kehidupannya, dimana ia tidak berdaya akan suatu apapun untuk mengulang kehidupannya.
Manusia yang lahir selalu membawa doa untuk keberjayaan di segala sisi kehidupannya, apakah itu kesehatan, rejeki, panjang umur, dan sebagainya, hampir tidak ada kesiapan untuk mempersiapkan kematiannya.
Ketika manusia mati, itulah awal kehidupan yang baru, tidak ada satu materi pun yang turut serta dalam kehidupan kekal tersebut. Bahkan jasad kita pun ikut luluh lantak dimakan bakteri. Mengapakah ALLAH SWT tidak membiarkan saja jasad kita tetap utuh, jika ALLAH berkehendak, maka bisa saja jasad kita tetap cantik, tapi itulah hikmahnya kematian, bahwa ALLAH memperlihatkan kekuasaanNya untuk menghidupkan dan mematikan, terbukti juga bahwa segala hal materi yang kita miliki hanyalah titipan, bukan milik kita, bukan hal yang harus dibanggakan jika ruh kita dihadapan ALLAH ternyata hanyalah ruh yang kotor tak berarti, sehingga kita hanya bisa menyesali hidup kita yang terus mencari kesenangan tak berguna, padahal ALLAH yang Maha Pengasih telah memberikan kesempatan manusia hidup dengan mencukupkan segala rejekinya, menempatkannya disekeliling orang-orang yang mencintainya, memberikannya kesempatan untuk berusaha dan mengabulkan doa juga keinginannya, dan memberikan imbalan untuk setiap perbuatan baiknya.
Diambil dari suatu artikel : Sesungguhnya manusia telah memilih bagaimana akhir kehidupannya. Dan pilihan itu ada pada bagaimana ia menjalani kehidupannya. Sebagaimana ia menjalani kehidupannya seperti itulah kemungkinan besar ia akan menghadapi kematiannya. Karena sesungguhnya dengan menjalani kehidupan berarti kita sedang berjalan menuju kematian kita.
Kematian adalah suatu kehidupan baru yang lebih luas, kehidupan yang lebih nyata dimana manusia dikembalikan pada Dzat yang Maha menciptakan segalanya. Maka manusia yang paling cerdas akalnya adalah yang paling banyak mengingat kematian.
"Secerdas-cerdasnya manusia ialah yang terbanyak ingatannya kepada kematian serta yang terbanyak persiapannya untuk menghadapi kematian. Mereka itulah orang yang benar-benar cerdas dan mereka akan pergi ke alam baka dengan membawa kemuliaan dunia serta kemuliaan akhirat." (HR. Ibnu Majah)
Manusia yang lahir selalu membawa doa untuk keberjayaan di segala sisi kehidupannya, apakah itu kesehatan, rejeki, panjang umur, dan sebagainya, hampir tidak ada kesiapan untuk mempersiapkan kematiannya.
Ketika manusia mati, itulah awal kehidupan yang baru, tidak ada satu materi pun yang turut serta dalam kehidupan kekal tersebut. Bahkan jasad kita pun ikut luluh lantak dimakan bakteri. Mengapakah ALLAH SWT tidak membiarkan saja jasad kita tetap utuh, jika ALLAH berkehendak, maka bisa saja jasad kita tetap cantik, tapi itulah hikmahnya kematian, bahwa ALLAH memperlihatkan kekuasaanNya untuk menghidupkan dan mematikan, terbukti juga bahwa segala hal materi yang kita miliki hanyalah titipan, bukan milik kita, bukan hal yang harus dibanggakan jika ruh kita dihadapan ALLAH ternyata hanyalah ruh yang kotor tak berarti, sehingga kita hanya bisa menyesali hidup kita yang terus mencari kesenangan tak berguna, padahal ALLAH yang Maha Pengasih telah memberikan kesempatan manusia hidup dengan mencukupkan segala rejekinya, menempatkannya disekeliling orang-orang yang mencintainya, memberikannya kesempatan untuk berusaha dan mengabulkan doa juga keinginannya, dan memberikan imbalan untuk setiap perbuatan baiknya.
Diambil dari suatu artikel : Sesungguhnya manusia telah memilih bagaimana akhir kehidupannya. Dan pilihan itu ada pada bagaimana ia menjalani kehidupannya. Sebagaimana ia menjalani kehidupannya seperti itulah kemungkinan besar ia akan menghadapi kematiannya. Karena sesungguhnya dengan menjalani kehidupan berarti kita sedang berjalan menuju kematian kita.
Kematian adalah suatu kehidupan baru yang lebih luas, kehidupan yang lebih nyata dimana manusia dikembalikan pada Dzat yang Maha menciptakan segalanya. Maka manusia yang paling cerdas akalnya adalah yang paling banyak mengingat kematian.
"Secerdas-cerdasnya manusia ialah yang terbanyak ingatannya kepada kematian serta yang terbanyak persiapannya untuk menghadapi kematian. Mereka itulah orang yang benar-benar cerdas dan mereka akan pergi ke alam baka dengan membawa kemuliaan dunia serta kemuliaan akhirat." (HR. Ibnu Majah)
Nov 4, 2008
SAVE THE PSYCHOTIC … (just wondering)
The world today get more psychotic person…
Just to share yaps…Sebenernya dari tahun lalu orang sakit jiwa di Indonesia sudah mencapai 20% atau 1:5, beberapa RSJ sudah menginformasikan bahwa terkadang pasien terus bertambah dan ruang rawat inap RSJ sudah "overload", dan sekarang makin tambah banyak. Bayangkan aja kalo 25% orang indonesia divonis sakit jiwa, berarti kita hidup di lingkungan sakit jiwa, terus lama-lama ketularan sakit jiwa.. atau jangan-jangan kita sendiri ga sadar klo kita sudah termasuk orang sakit jiwa..(ga segitunya kalee ya.. hehehe…)
BTW, Penyakit jiwa yang bersifat psikis sebenernya bermacam-macam, dari tingkat rendah, neurotik sampai tahap akut, yang dinamakan Psikotik (dalam bahasa Psikologi).
Tanda awalnya bisa dikenali dari adanya kecemasan dan rasa ketakutan berlebihan, memang rasa cemas dan takut itu ada juga pada setiap orang normal, namun jika sudah melampaui batas normal hal itu sudah harus ditanggapi serius karena bersifat patologis, yang artinya hal tersebut sudah mengganggu perkembangan jiwanya sehingga ia tidak dapat melakukan penyeseuaian diri baik terhadap dirinya maupun lingkungannya.
Lebih jelasnya, neurotik itu selain ditandai rasa takut, cemas, juga berlanjut kepada rasa gelisah berlebihan, tidak bisa tidur, kepanikan dan kebingungan, hal tersebut sebagai akibat dari ketakutan yang luar biasa.
Dengan semua gejala tersebut, jika berlanjut kepada terjadinya hilang akal sehingga membutuhkan penanganan khusus dan mengalami ketergantungan obat, maka seseorang tersebut telah mengalami penyakit jiwa pada tahap psikotik.
Penyakit jiwa faktanya bisa terjadi pada siapa saja, orang bisa saja menganggap orang yang rentan stres bisa lebih mudah sakit jiwa, tapi katanya, itu juga belum tentu orang yang stres atau depresi lebih dekat kepada sakit jiwa.. tapi sakit jiwa itu bisa dikatakan seperti penyakit fisik pada umumnya..
Sudah tentunya bahwa jasad dan jiwa manusia itu berkaitan erat. Sehingga keadaan jiwa juga ditentukan oleh seseorang tersebut memelihara daya tahan tubuhnya, begitu pula sebaliknya.
Dari suatu sumber : Dikatakan bahwa Pada tahun 80-an para ilmuwan menemukan bahwa ada kaitannya antara jiwa (mental) dengan sistem kekebalan tubuh, atau penekanan sistem kekebalan tubuh berbanding secara proporsional dengan tingkatan stres yang dialami seseorang. Sistem yang paling berpengaruh dalam tubuh adalah “Biokimia Tubuh”. Ketika seseorang mengalami stress (tekanan jiwa), tubuh akan mengeluarkan adrenalin. Kondisi tersebut juga akan menyebabkan penekanan terhadap organ-organ yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh (sel darah putih, kelenjar Thymus), sehingga secara proporsional kondisi tubuh akan mengalami penurunan.
“so, Be Healthy and Be Happy”
Note : jangan perlakukan orang sakit jiwa sebagai orang gila, karena mereka membutuhkan dukungan dari orang terdekatnya untuk bisa sembuh secara mental. Karena seringkali saya tau mereka dijauhi keluarganya dan mendapat ruang rawat sakit jiwa yang kotor dan tidak sehat, tambah gila aja deh… (saya cuma tau aja lho bukan ngalamin yah, catet!)
Just to share yaps…Sebenernya dari tahun lalu orang sakit jiwa di Indonesia sudah mencapai 20% atau 1:5, beberapa RSJ sudah menginformasikan bahwa terkadang pasien terus bertambah dan ruang rawat inap RSJ sudah "overload", dan sekarang makin tambah banyak. Bayangkan aja kalo 25% orang indonesia divonis sakit jiwa, berarti kita hidup di lingkungan sakit jiwa, terus lama-lama ketularan sakit jiwa.. atau jangan-jangan kita sendiri ga sadar klo kita sudah termasuk orang sakit jiwa..(ga segitunya kalee ya.. hehehe…)
BTW, Penyakit jiwa yang bersifat psikis sebenernya bermacam-macam, dari tingkat rendah, neurotik sampai tahap akut, yang dinamakan Psikotik (dalam bahasa Psikologi).
Tanda awalnya bisa dikenali dari adanya kecemasan dan rasa ketakutan berlebihan, memang rasa cemas dan takut itu ada juga pada setiap orang normal, namun jika sudah melampaui batas normal hal itu sudah harus ditanggapi serius karena bersifat patologis, yang artinya hal tersebut sudah mengganggu perkembangan jiwanya sehingga ia tidak dapat melakukan penyeseuaian diri baik terhadap dirinya maupun lingkungannya.
Lebih jelasnya, neurotik itu selain ditandai rasa takut, cemas, juga berlanjut kepada rasa gelisah berlebihan, tidak bisa tidur, kepanikan dan kebingungan, hal tersebut sebagai akibat dari ketakutan yang luar biasa.
Dengan semua gejala tersebut, jika berlanjut kepada terjadinya hilang akal sehingga membutuhkan penanganan khusus dan mengalami ketergantungan obat, maka seseorang tersebut telah mengalami penyakit jiwa pada tahap psikotik.
Penyakit jiwa faktanya bisa terjadi pada siapa saja, orang bisa saja menganggap orang yang rentan stres bisa lebih mudah sakit jiwa, tapi katanya, itu juga belum tentu orang yang stres atau depresi lebih dekat kepada sakit jiwa.. tapi sakit jiwa itu bisa dikatakan seperti penyakit fisik pada umumnya..
Sudah tentunya bahwa jasad dan jiwa manusia itu berkaitan erat. Sehingga keadaan jiwa juga ditentukan oleh seseorang tersebut memelihara daya tahan tubuhnya, begitu pula sebaliknya.
Dari suatu sumber : Dikatakan bahwa Pada tahun 80-an para ilmuwan menemukan bahwa ada kaitannya antara jiwa (mental) dengan sistem kekebalan tubuh, atau penekanan sistem kekebalan tubuh berbanding secara proporsional dengan tingkatan stres yang dialami seseorang. Sistem yang paling berpengaruh dalam tubuh adalah “Biokimia Tubuh”. Ketika seseorang mengalami stress (tekanan jiwa), tubuh akan mengeluarkan adrenalin. Kondisi tersebut juga akan menyebabkan penekanan terhadap organ-organ yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh (sel darah putih, kelenjar Thymus), sehingga secara proporsional kondisi tubuh akan mengalami penurunan.
“so, Be Healthy and Be Happy”
Note : jangan perlakukan orang sakit jiwa sebagai orang gila, karena mereka membutuhkan dukungan dari orang terdekatnya untuk bisa sembuh secara mental. Karena seringkali saya tau mereka dijauhi keluarganya dan mendapat ruang rawat sakit jiwa yang kotor dan tidak sehat, tambah gila aja deh… (saya cuma tau aja lho bukan ngalamin yah, catet!)
Subscribe to:
Posts (Atom)